Peluang Usaha Mandiri

Showing posts with label input data. Show all posts
Showing posts with label input data. Show all posts

Thursday, June 25, 2009

Menginput Data pada SPSS (Bag.4)

Postingan ini merupakan bagian terakhir dari seri tulisan mengenai cara input data pada SPSS. Untuk memahami bagian ini, silakan baca terlebih dahulu bagian 1, bagian 2 dan bagian 3 sebelumnya.
Kali ini kita akan mempraktekkan pendefinisian variabel dengan data latihan yang telah diberikan pada tulisan sebelumnya.
Buka Program SPSS, kemudian masuk ke menu Variable View (dengan cara mengklik menu yang ada disudut kiri bawah)maka akan muncul tampilan berikut:

Pada baris pertama dari tampilan diatas, isikan Name dengan Responden. Pilih Type: String dengan cara klik sel dibawah Type, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut akan muncul tampilan berikut:

Pilih (klik) String, isikan Characters=18 (ini adalah isian untuk Width) dan kemudian OK.
Selanjutnya isikan Label: Nama Responden. Isikan Column: 18. Pilih Align: Left (ketika anda klik sel dibawah Align akan muncul pilihan tersebut). Pilih Measure: Nominal (ketika anda klik sel dibawah Measure, akan muncul pilihan tersebut). Isian lainnya (Decimal, Values dan Missing), diabaikan karena untuk data tipe string tidak ada pilihan lain yang diberikan oleh program yaitu Decimal=0, Values=None dan Missing=None.
Selanjutnya pada baris kedua dari tampilan diatas, isikan Name: Sex. Pilih Type: Numeric dengan cara klik sel dibawah Type, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut akan muncul tampilan berikut:

Pilih (klik) Numeric. Isikan Width=2. Isikan Decimal=0, kemudian OK.
Selanjutnya isikan Label: Jenis Kelamin Responden. Isikan Values dengan 1=laki-laki, 2= persempuan, dengan cara klik sel dibawah Values, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut akan muncul tampilan berikut:

Isikan Value =1, Label = Laki-Laki, kemudian klik Add. Selanjutnya isikan Value = 2, Label = Perempuan kemudian klik Add. Setelah itu klik OK.
Biarkan default Missing dengan None. Isikan Column dengan 4. Pilih Align: Right dan pilih Measure: Nominal.
Selanjutnya pada baris ketiga dari tampilan diatas, isikan Name: Umur. Pilih Type: Numeric. Isikan Width: 3. Isikan Decimal: 0. Isikan Label dengan Umur Responden. Values=None. Missing=None. Isikan Column=5. Pilih Align: Right. Pilih Measure:Scale
Pada baris keempat dari tampilan diatas, isikan Name: Pendidikan. Pilih Type: Numeric. Isikan Width: 2. Isikan Decimal: 0. Isikan Label dengan Pendidikan Responden. Isikan Values dengan 1=SD, 2=SLTP, 3=SLTA, 4=D3, 5=S1. Missing=None. Isikan Column=8. Pilih Align: Right. Pilih Measure:Ordinal.
Pada baris kelima dari tampilan diatas, isikan Name:Pendapatan. Pilih Type: Numeric. Isikan Width: 4. Isikan Decimal: 0. Isikan Label dengan Pendapatan Responden. Values=None.
Pada variabel pendapatan dalam contoh kita, terdapat responden yang tidak memberikan informasi pendapatannya. Tentunya ini tidak bisa diinput dengan angka 0, karena akan mempengaruhi hasil perhitungan. Untuk itu, kita definisikan nilai missing dalam variabel ini (misalnya dengan angka 9999. Untuk mendefinisikan nilai missing ini, pilihlah angka yang tidak mungkin ada dalam data kita). Caranya adalah dengan klik sel dibawah Missing, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut akan muncul tampilan berikut:

Klik Discret missing values, kemudian isikan angka 9999 pada kotak yang tersedia dibawahnya, kemudian klik OK.
Selanjutnya isikan Column=9. Pilih Align: Right. Pilih Measure:Scale.
Hasil dari tahapan-tahapan yang kita lakukan akan memberikan tampilan kira-kira sebagai berikut:

Setelah itu, klik menu Data View yang ada disudut kiri bawah, dan kita siap menginput data.
Berdasarkan data latihan kita sebelumnya, tampilan input data adalah sebagai berikut:

Wednesday, June 24, 2009

Menginput Data pada SPSS (Bag.3)

Setelah memberikan dasar-dasar pendefinisian variabel untuk input data pada SPSS (lihat tulisan bagian 1 dan bagian 2), pada bagian 3 ini kita akan menggunakan data contoh untuk mempraktekkannya. Untuk memahami bagian ini, silakan baca dua bagian tulisan sebelumnya.
Sebagai latihan, misalnya kita akan menginput data hasil penelitian terdapat 18 responden penelitian sebagai berikut:

Pada contoh data latihan diatas, kita punya lima variabel (data) yang akan diinput yaitu nama responden, jenis kelamin, umur, pendidikan dan penghasilan. Mari kita definisikan masing-masing variabel sebagai berikut:

Variabel 1.
Nama Variabel: Responden
Type : String (karena variabel ini tidak berbentuk numerik)
Width: 18 (untuk data kita ini, jumlah karakter terbanyak 18)
Decimal : 0 (untuk data type string, desimal akan otomatis 0)
Label: Nama Responden
Values: None (untuk data type string, values akan otomatis none)
Missing: None (untuk data type string, missing akan otomatis none)
Column: 18 (ukuran kolom ini sesuaikan dengan jumlah karakter dari nama variabel atau maksimum karakter dari data pada variabel tersebut, mana yang paling banyak)
Align: Left (untuk data string sebaiknya dibuat rata kiri)
Measure: Nominal (untuk data string, pilih saja measure nominal)

Variabel 2.
Nama Variabel: Sex
Type : Numeric
Width: 2 (sebenarnya input data yang akan kita masukkan nanti hanya berupa kode 1 dan 2, atau hanya terdiri dari 1 karakter, tetapi width nya sebaiknya kita lebihkan 1 karakter)
Decimal : 0 (karena tidak memerlukan angka dibelakang koma)
Label: Jenis Kelamin Responden
Values: 1 = laki-laki, 2 = perempuan
Missing: None (karena informasi mengenai jenis kelamin tersedia pada semua responden)
Column: 4
Align: Rigth (untuk data numerik sebaiknya dibuat rata kanan)
Measure: Nominal (angka untuk pengkodean jenis kelamin ini, adalah termasuk data skala nominal)

Variabel 3.
Nama Variabel: Umur
Type : Numeric
Width: 3
Decimal : 0 (karena tidak memerlukan angka dibelakang koma)
Label: Umur Responden
Values: None (tidak ada pengkodean numerik untuk variabel ini)
Missing: None (karena informasi mengenai umur tersedia pada semua responden)
Column: 5
Align: Rigth (untuk data numerik sebaiknya dibuat rata kanan)
Measure: Scale (karena umur merupakan data berskala ratio)

Variabel 4.
Nama Variabel: Pendidikan
Type : Numeric
Width: 2 (karena pendidikan akan diinput dengan kode 1 – 5)
Decimal : 0 (karena tidak memerlukan angka dibelakang koma)
Label: Pendidikan Responden
Values: 1 = SD, 2= SLTP, 3= SLTA, 4= D3, 5= S1
Missing: None (karena informasi mengenai pendidikan tersedia pada semua responden)
Column: 8
Align: Rigth (untuk data numerik sebaiknya dibuat rata kanan)
Measure: Ordinal (karena pendidikan merupakan data berskala ordinal)

Variabel 5.
Nama Variabel: Pendapatan
Type : Numeric
Width: 4
Decimal : 0 (karena tidak memerlukan angka dibelakang koma)
Label: Pendapatan Responden (dalam ribuan Rp)
Values: None (tidak ada pengkodean numerik untuk variabel ini)
Missing: terdapat responden yang tidak memiliki informasi mengenai pendapatan. Untuk itu, sebagai latihan kita berikan kode 9999 untuk responden yang tidak kita dapatkan informasi pendapatannya tersebut
Column: 9
Align: Rigth (untuk data numerik sebaiknya dibuat rata kanan)
Measure: Scale(karena pendapatan merupakan data berskala ratio)

Ok. cukup sekian postingan ini. Kita lanjutkan pada Bagian 4.

Menginput Data pada SPSS (Bag.2)

Tulisan ini adalah sambungan dari bagian 1. Cara Menginput Data pada SPSS. Silakan baca tulisan tersebut terlebih dahulu untuk memahami bagian ini.
Setelah menentukan nama variabel, jenis variabel, ukuran lebar dan desimal dari input data untuk masing-masing variabel, selanjutnya adalah mengisikan label untuk masing-masing variabel tersebut.
Label adalah semacam keterangan mengenai variabel. Berbeda dengan nama variabel yang terbatas hanya sampai 64 karakter, label dapat di buat sampai 256 karakter. Selain itu, label ini dapat menggunakan spasi maupun karakter-karakter yang tadinya tidak dapat digunakan pada nama variabel.
Berikutnya adalah menginputkan Values dari masing-masing variabel. Values ini secara khusus berguna jika data yang kita gunakan merupakan kode numerik (dalam bentuk angka) yang mewakili kategori non-numerik. (Misalnya kode 1 untuk laki-laki dan kode 2 untuk perempuan).
Untuk menginput values dari masing-masing variabel, klik sel di bawah Values, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut, maka akan muncul tampilan berikut:

Isikan kode pada kotak Values dan labelnya pada kotak Label. Misalnya, kode 1 untuk Laki-laki. Setelah itu, klik Add. Lanjutkan untuk kode-kode berikutnya, setelah itu klik OK.
Setelah menentukan Values pada masing-masing variabel (jika ada), selanjutnya adalah menentukan nilai “missing” untuk masing-masing variabel. Menentukan nilai “missing” ini berguna, jika misalnya dalam pertanyaan survai, ada responden yang tidak memberikan/menolak memberikan jawaban, sehingga tidak tersedia data untuk diinput. Misalnya, jika ada responden yang menolak memberikan jawaban mengenai pendapatannya. Jika kita menginput jawaban responden tersebut dengan angka 0, maka dalam pengolahannya, SPSS akan memasukkan dalam perhitungan (sehingga akan berpengaruh terhadap rata-rata keseluruhan maupun terhadap distribusi frekuensi). Tetapi jika kita mendefinisikan suatu angka untuk menyatakan nilai missing tersebut, maka SPSS akan mengeluarkan dari perhitungan.
Untuk mendefinisikan nilai “missing” dari masing-masing variabel, klik sel di bawah “Missing”, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut, maka akan muncul tampilan berikut:

Kita bisa mendefinisikan tiga deretan angka yang berbeda untuk nilai missing masing-masing variabel. Kita juga memberikan range nilai untuk mendefinisikan nilai missing tersebut. Dalam contoh tampilan diatas, misalnya kita mendefinisikan hanya satu deretan angka untuk nilai missing yaitu 99999. Dengan demikian, jika terdapat data yang kosong (atau tidak terisi) dari variabel kita, maka inputkan angka 99999. Setelah mendefinisikan nilai missing, klik OK.
Tahap selanjutnya adalah menentukan lebar kolom (Columns) dari worksheet SPSS untuk input data. Lebar kolom ini ditentukan minimal sama dengan “Width” variabel yang telah ditentukan sebelumnya.
Berikutnya adalah menentukan perataan (align) dari tampilan input data. Jika diklik sel dibawah align, akan muncul tiga pilihan yaitu left (rata kiri), right (rata kanan) dan center (rata tengah).
Selanjutnya, tahap terakhir dari pendefinisian variabel adalah menentukan skala pengukuran (measure) dari masing-masing variabel. Ketika diklik sel dibawah Measure, akan terdapat tiga pilihan yairu Scale, Ordinal dan Nominal. Scale kita pilih jika skala pengukuran kita adalah skala interval atau ratio. (Untuk memahami mengenai skala pengukuran ini, silakan klik tulisan ini)
Setelah selesai dengan tahap terakhir pendefinisian variabel ini, klik kembali menu Data View (yang ada disudut kiri bawah). Dengan cara ini, kita akan masuk ke worksheet SPSS dan siap untuk menginput data.
Ok. Cukup sekian dulu postingan ini. Kita lanjutkan pada bagian 3, dengan latihan menggunakan data contoh untuk penginputan data pada SPSS

Menginput Data pada SPSS (Bag.1)

Pada seri tulisan ini, kita akan membahas cara menginput data dalam SPSS. Untuk menginput data tersebut, langkah-langkahnya sebagai berikut:
Buka Program SPSS. Pertama kali akan muncul tampilan sebagai berikut:

Tampilan tersebut adalah tampilan Data Editor dalam SPSS yang mempunyai fungsi utama untuk mendefinisikan, menginput, mengedit dan menampilkan data.
Di dalam SPSS, sebelum menginput data, definisikan terlebih dahulu data (variabel) yang akan diinput (meskipun ini bisa dilakukan belakangan, sebaiknya lakukan hal ini sebelum data diinput).
Perhatikan disudut kiri bawah dari tampilan data editor diatas. Disitu terdapat menu Data View (posisi kita saat ini, yang ditandai oleh tulisan yang lebih hitam) dan menu Variable View. Untuk mendefinisikan data (variabel), klik Variable View, maka akan muncul tampilan berikut:

Setiap baris dalam tampilan diatas digunakan untuk mendefinisikan satu variabel (data) yang akan diinput. Ada beberapa informasi yang perlu dimasukkan, yaitu:
Name: Isikan nama variabel. Persyaratan dalam pemberian nama variabel adalah:
  • Nama variabel tidak boleh duplikasi dengan nama variabel lainnya.
  • Nama variabel paling panjang hanya 64 karakter dan harus diawali oleh huruf atau @, #, $. Karakter berikutnya boleh kombinasi huruf, @, #, $ atau angka. Nama variabel yang diawali dengan tanda $ menunjukkan bahwa variabel tersebut adalah suatu variabel sistem. (Pembahasan mengenai variabel sistem akan dibahas pada tulisan-tulisan berikutnya. Untuk latihan kali ini, kita tidak akan menggunakan hal tersebut).
  • Variabel tidak boleh mengandung spasi dan kata-kata kunci perintah SPSS yaitu ALL, AND, BY, EQ, GE, GT, LE, LT, NE, NOT, OR, TO, dan WITH.
Type: Definisikan tipe variabel. Ketika anda mengklik sel di bawah type, akan muncul titik tiga (…). Klik titik tiga tersebut, maka akan muncul tampilan berikut:

Dari tampilan diatas, terdapat beberapa pilihan tipe variabel sebagai berikut:
  • Numeric. Variabel yang berbentuk angka
  • Comma. Variabel numerik dengan tampilan koma untuk setiap 3 angka (memisahkan ribuan), dan titik untuk memisahkan desimal. Misalnya, jika data yang diinput adalah 2567932, maka akan ditampilkan dalam SPSS sebagai 2,567,932.00
  • Dot. Variabel numerik dengan tampilan titik untuk setiap 3 angka (memisahkan ribuan), dan koma untuk memisahkan desimal. Misalnya, jika data yang diinput adalah 2567932, maka akan ditampilkan dalam SPSS sebagai 2.567.932,00
  • Scientific notation. Variabel numerik dengan tampilan scientific. Misalnya, jika data yang diinput adalah 2567932, maka akan ditampilkan dalam SPSS sebagai 2.57E+006
  • Date. Variabel numerik dengan nilai yang ditampilkan dalam format tanggal atau waktu. Jika anda pilih tipe data ini, akan muncul tampilan pilihan format tanggal atau waktu.
  • Dollar. Variabel numerik dengan tampilan tanda $.
  • Custom currency. Variabel numerik yang ditampilkan dalam format uang yang anda inginkan (custom currency) misalnya dalam bentuk Rp. Penggunaan pilihan format ini harus didefinisikan terlebih dahulu dalam menu Options pada Currency tab. (caranya akan kita bahas pada tulisan berikutnya)
  • String. Variabel yang tidak berbentuk numerik (angka) dan karenanya tidak digunakan dalam perhitungan. Jenis ini juga dikenal sebagai variabel alphanumeric
Setelah memilih jenis variabel, lanjutkan dengan mengisi Width, yaitu jumlah karakter (angka/huruf) maksimum dari data yang akan diinput. Setelah itu, tentukan jumlah angka dibelakang koma yang (desimal) yang ingin ditampilkan. Selanjutnya klik OK.
Ok. Cukup sekian dulu postingan ini. Silakan lihat lanjutannya pada Bagian 2.